Minggu, 31 Oktober 2010

CATATAN GUE : 4 : Penutupan Bulan Neh...

Wuih... Sudah sebulan aja gue ngurus blog ini...

Jadi mahasiswa itu serba salah, kalo lagi banyak pelajaran gue pengennya minta libur, tapi kalo kelamaan libur juga, gue pengen minta tambah lagi... hahaha... kagak... bercanda ding... sebagai anak pintar dan rajin menabung (masih menabung di WC tentunya), gua bakalan bilang "pengen ke kampus" (buat cuci mata gitu... trus mau cuci baju juga seh... hehehe..) sekalian belajar...

Semester ini jadwal kuliah gue cuma dari hari senin sampai jumat, itu berarti Sabtu dan Minggu libur (horee....) Sebenernya gue dah bujuk ketua kelas gue buat madetin jam pelajaran sehingga kita bisa libur hari Jumat sampai minggu, namun sayang, nasi sudah jadi dubur, eh nasi udah jadi bubur...

Karena libur, gue pengen memanjakan diri dengan ritual gue yang gak pernah hilang dari dahulu sampai sekarang...  makan, baca komik, online, tidur, dan begadang. Gue tinggal di kost sendiri. Bukannya gue orangnya individualisme atau gimana, tapi bagi gue, tinggal di kamr sendiri lebih enak dari rame2. Bukannya pelit, tapi cuma buat menghindari hal  hal yang di inginkan seperti ML (Makan Lontong), MBA (Makan Bakmi Ayam) atau yang paling parahnya ONANI (ONigiri And Nasi Ikan) dilihat orang.

Jumat adalah hari terakhir gue kuliah, itu berarti gue bakalan begadang malam harinya. Kalo bang Jahi ngelarang begadang kalo gak ada gunanya, maka gak ada alasan bang haji neglrang gue begadang kalo sambil baca2 (komik) kan?

Well lanjut, karena mata gue beratnya udah gak ketahan lagi, akhirnya gue tidur dengan damai dan berhasil, tapi sialnya, pagi gue bangun, badan gue dingin abis dan baju gue basah (gw nggak ngompol apalagi ileran kok...). Gue kaget setengah hidup. What's Wrong With Me??

Setelah nyawa gue terkumpul semuanya, gk semuanya seh, coz masih ada yang shoping gitu...  gue buka mata dan kalian tahu apa yang terjadi??? GUE TIDUR DI WC!! Gue langsung mikir dan menganalisa kejadian ini. Setelah gue inget2, ternyata penyebab ini semua adlah BADUT KAMPRET!!

Jadi gini ceritanya... gua phobia (bukan pedofilia lho...) ama yang namanya badut. Jadi malem itu ada pengemen. Guekira cuma pengamen biasa kayak di bus atau rumah makan padang gitu... Ternyata saat gue buka pintu, yang ngamen itu malah badut yang nyetel musik trus joget2 gitu disebelah kamar gue.


Ngelihat pintu gue ke buka, tuh badut lansung geser ke depan pintu kamar gue, karena gue takut, pintu gue banting sekeras mungkin (kalo gak salah kena tuh hidung badut... coz ada bekas darah gitu lho... bukan pewarna...), terus hidupin tape sekeras2nya, dan gue ngumpet didalam kamar mandi... Badut yang ini tetep keukeh ngamen didepan pintu gu... gue biarin aja sampai akhirnya gue tertidur dikamar Mandi...


Karena tindakan tuh badut telah melanggar ketertiban umum dan usaha pembunuhan, bekas darah yang dipintu gue ambil dan lngsung gue teliti (calon intelek gue..), dan ini bakal gue jadikan bukti buat nemukan tuh badut... kalo sampe gue ketemu tuh orang yang jadi badut, gue bakal bunuh die (tapi kalo dia make baju badut, gue kabuuuur...)

To Be Continiue...

INFO : Hallowen Or Hallowe'en

Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata "Trick or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili." Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun.

Halloween identik dengan setan, penyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween.


A. Sejarah
Halloween berasal dari festival Samhain (dari bahasa Irlandia Kuno samain) yang dirayakan orang Keltpanen dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang disebut "Tahun Baru Kelt". Orang Kelt yang menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka. zaman kuno. Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim


B. Istilah Hallowen
Halloween merupakan kependekan dari All Hallows' Even (eve dan even sama-sama berarti petang/malam) yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day). Huruf "n" di akhir kata Halloween berasal dari kata even. Pada zaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagaamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV memindahkan perayaan All Saints' Day menurut kalender santo dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November. Tanggal 13 Mei dulunya dirayakan sebagai hari raya paganisme untuk festival Lemuria.

Hari Raya Semua Orang Kudus ditentukan misionaris Kristen bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan ingin orang pagan mempercayai agama Kristen. Hari Para Arwah (Day of the Dead) yang merayakan kedatangan arwah sanak keluarga dan kerabat kembali ke bumi sampai sekarang masih diperingati di beberapa negara seperti di Brazil, Meksiko, dan Filipina.



C. Simbol Hallowen
Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu yang diukir membentuk wajah "menyeramkan" yang disebut Jack-o'-lantern. Di dalam Jack-o'-lantern biasanya diletakkan lilin menyala atau lampu agar terlihat lebih seram di tempat gelap.

Di Amerika Serikat, lentera Jack-o'-lantern sering diletakkan di depan pintu masuk rumah sesudah hari mulai gelap. Tradisi mengukir Jack-o'-lantern berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar.

Simbol-simbol perayaan Halloween menggambarkan keadaan alam di musim gugur, termasuk labu hasil panen dan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen. Selain itu, simbol-simbol Halloween juga dekat dengan kematian, keajaiban, monster, dan karakter menyeramkan hasil rekaan pembuat film Amerika dan perancang grafis. Karakter-karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween adalah setan dan iblis dari kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, penyihir, kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala. Karakter film horor klasik seperti drakula atau monster Frankenstein juga dipakai untuk perayaan Halloween. Hitam dan oranye dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween berwarna ungu, hijau dan merah.

Di belahan bumi beriklim sejuk, perayaan Halloween berlangsung di musim apel. Salah satu makanan Halloween adalah apel karamel (apel yang dicelup ke dalam cairan gula). Hidangan lain yang lekat dengan tradisi Halloween adalah pai labu, sari buah apel (minuman cider), candy corn, bonfire toffee, candy apple, dan permen yang dibungkus dengan warna-warni Halloween (oranye, coklat, atau hitam).



Special thanks To : Wikipedia

FILM LAYAR LEBAR : Megamind

Megamind (Will Ferrell), penjahat ulung dan terpandai yang pernah ada. Selama bertahun-tahun, ia berusaha menaklukkan kota Metro dengan cara apapun. Setiap usahanya selalu digagalkan oleh pahlawan super tak terkalahkan yang dikenal sebagai Metro Man (Brad Pitt), hingga suatu hari Megamind berhasil membunuhnya. Hidup Megamind hampa. Seorang penjahat tanpa seorang pahlawan penyelamat. Dia menyadari bahwa ambisi hidupnya adalah untuk mencapai hal terburuk yang pernah terjadi padanya

Satu-satunya cara untuk keluar kehampaan tersebut adalah menciptakan pahlawan  baru bernama "Titan", lebih besar, lebih baik dan lebih kuat dari Metro Man. Ternyata Titan merasa jauh lebih menyenangkan untuk menjadi penjahat daripada pahlawan. Titans tidak hanya ingin menaklukkan dunia, tetapi ingin menghancurkannya! Apakah Megamind akan dikalahkan oleh ciptaannya sendiri? Akankah Megamind yang akan menjadi pahlawan?

Special Thanks To :
www.21cineplex.com 
 

SYAIR GUE : 5 : Setiba Kita Dibatas Masa

Setiba kita dibatas masa, akhir dari segala perjalanan kita di dunia. Nobat nafiri laksana gendang dan terompet panjang tiada bernada dan menjadi sunyi dan sepi. Roh dalam diri kita akan keluar dari jasad bagaikan sehelai daun kering yang berayunan layu menanti saat dibawa bayu (angina) menuju kehidupan nyata.

Bayangkan bagimu, kala itu Langit mendung dan hujan pun gerimis. Sayup – sayup terdengar sendu dan tangis melepas dirimu yang tak lagi bersama mereka yang hidup didunia ini. Bertitian bisikan kalimah nan suci dari setiap pelayat yang ingin melihat wajahmu untuk terakhir kalinya. Merka berdoa untuk mudahkan perjalanan terakhirmu ini

Berat mata memandang yang kau rasa didunia ini tidak seberapa, karena lebih Berat lagi tanggungan bebanan di akhirat sana. Perasaan dan praduga tak ada lagi, kendatipun sedzarah, Dosa pahala pastikan dikira, dihitung dan dibalas dengan balasan yang setimpal

Bagai terasa keresahan dijiwamu disaat kau dihantarkan menuju peristirahatan terakhirmu, Bagai terdengar suara menuntun kalbumu menuju tetap tinggalmu yang paling kekal. Tak ada satupun didunia ini yang akan bias kau bawa dan merubah keadaan hidupmu diakhirat walaupun yang kau bawa itu berharga didunia. Tak berharga puja dan puji dari orang-orang disekitarmu, yang kau butuhkan hanyalah pahala dari amalmu didunia dan doa mereka yang tulus.

Semua orang akan berpisah… Semua orang akan terpisah… Semua orang akan kembali kepada Tuhannya… Disaat masa itu datang, tak kan ada yang bisa menawarnya… Sebelum masa itu datang, waktumu masih banyak untuk membuat hal yang terbaik… Yang akan menghantarmu menuju Syurga-Nya…

CATATAN GUE : 3 : Pembelaan Gue...

Assalamu 'Alaikum... and Now we meet again on this blog...

Meski kehidupan gue disibukkan dengan berbagai macam kegiatan yang menguras tenaga, emosi, psikologi, dan spritual (ceile... kayak abiz ngapain aja lu...!), seperti baca komik, makan, tidur di kamar mandi (yang ini beneran terjadi tanggal 29 kemaren), gosok gigi, nabung (sebagai cowok gua juga sering nabung loh... nabung emas di WC... heheheh...), dan terakhir adalah belajar (kenapa yah gue selalu ingatdan nulis kata "belajar" diakhir cerita???)

Sebelumnya gue mu minta maaf dengan setulus hati, sedetak jantung, sekembang kempisnya paru - paru, dan semumetnya otak saat beajar bahasa Arab (neh majsudnya apan yah...?) buat kakak gue tercinta "KAK SHINTA" atas komentar gue yang kurang gula, kurang garam, tapi kebanyakan asam (neh mau bikin rujak yah...?) yang menurut beliau GAK SOPAN!! Permasalahan ini muncul saat beliau baca catatan Ulang Tahun gue di Catatan Blog sebelumnya...

Permasalahannya itu adalah pengunaan kata "jomblo" di nama dia... Dan sebenarnya hal itu gak perlu dipermasalahkan. kenapa?? Tanya Kenapa?? Sekali lagi ah.. Kenapa?? Kenapa eh Kenapa?? Pertama, gue menulis itu dalam keadaan amnesia habis kejedot lemari, Kedua, Emang status beliau itu jomblo.

Karena gue orangnya pintar, tampan, ceria, positif thingking, dan gemar menabung (gak nyambung banget dah...) gue ambil hikmahnya aja. Gue be-resepsi (atau ber-presepsi?) kalau saat beliau ngebac blog gue ini, mungkin aja beliau lagi datang jerawat (atau datang bulan yah...?) dan ditmbah lagi belum selesai menyusun tulisan akhir perkuliahannya (bilang aja depesi... hehehehe).

Sekali lagi, inti permasalahannya adalah kata "jomblo". Bagi gue pribdi, status jomblo bukanlah hal yang harus ditakuti atau dipusingkan, keran gue yang ckep ini percaya tuhan yang ngatur semuanya... Ya Nggak?? Nah kenapa kita harus marah bahkan pusing saat kita dihubungkan dengan kata "jomblo"? (Hayo... Yang marah ma Deri... JAWAB!!... Wkwkwkw)

Oh ya, sebelum gue mengakhiri tulisan gue ini,  gue mau minta doa dan dukungannya kepada pembaca sekalian untuk kakak Gue tercinta Kak Shinta dan Kak Lila (Sumpah... Kakak yang satu ini mirip Revalina S. Temat pas maen Film Perempuan Berkalung Sorban) biar mereka cepat menyelesaikan hidupnya (eh... tugas akhirnya) dan setelah itu mereka bisa tenang di-alamnya masing-masing (eh.. salah lagi, maksudnya di rumah mereka masing2)

Udah dolo deh kayaknya... Tulsan gue udah pada ngac neh... Takutnya ntar tulisan gue mengundang kolorpensil (atau kontoversi??) dari apa yng gue tulis ini. Jangan lupa doain gue juga yah... besok mau UTS neh... Hehehehe...

Sabtu, 30 Oktober 2010

SYAIR GUE : 4 : Narkoba Mimpi Palsumu (SAY NO TO DRUGS!!)

Mimpi adalah angan yang semu. Bermula dari mimpi itulah kenyataan akan kamu jalani dan hadapi. Dulu kukenal engkau selalu ceria, prestasimu patut dibanggakan, jalan hidupmu selalu dihiasi dengan canda tawa, bahkan sulit sekali aku temukan gurat lesu dan lemah dari dirimu. Aku ingat bahwa mimpimu adalah menakhlukkan kerasnya dunia.

Kini kulihat semuanya hilang dari dirimu, layaknya butiran pasir yang dihembus angin. Saat ku bertemu lagi denganmu, tubuhmu kurus layu, semangatmu hilang, tatapanmu hampa dan kau hanya terbuai oleh mimpi narkoba yang palsu yang menjanjikan kemudahan dan ketenangan dalam menakhlukkan kerasnya dunia. Semua orang yang waras tahu kalau Narkoba dan sejenisnya adalah hal yang bodoh untuk digunakan tanpa alasan yang tepat, apalagi beralasan ketenangan dan kepuasan semata.

Aku kehilangan teman baikku, teman yang dahulu aku banggakan dengan kemampuan yang dimilikinya. Sekarang Aku tak bisa bercanda lagi denganmu, bahkan untuk tersenyum indah-pun kau tak bisa. Mengapa harus kau tempuh jalan itu, memilih narkoba sebagai penggantung hidupmu. Kuharap dirimu dapat kembali Seperti yang dulu, saat dimana engkau masih berani menatap dunia dengan semangat dan wibawamu.

Telah Banyak upaya dan air mata dari orang – orang yang mencintaimu dan menyayangimu, keluarga, saudara, dan rekan-rekanmu turut menantikan perubahanmu. Telah banyak derita yang menerpamu, kami mohon, tinggalkanlah, tinggalkan mimpi palsu itu, narkoba bukan penolongmu. Bangkitlah saudaraku, bangkitlah segera dari kebodohan ini, karena dunia ini masih membutuhkanmu untuk menjadikannya lebih baik.

Aku sampaikan ini pada temanku dan kalian yang masih memiliki mimpi “palsu” dengan narkoba dan obat-obat terlarang… Masih banyak waktumu untuk bangkit dan mejadi manusia yang lebih baik…
 
 
Bagiku, engkau tetaplah temanku... walau apapun yang terjadi aku akan terus bersamamu... hidup memang tak bisa ditebak... tapi sembuh dari narkoba bukanlah pilihan, tetapi KEWAJIBAN TEMAN!

SYAIR GUE : 3 : Bersabarlah Adik Kecilku (Special untuk Para Pengamen Kecil)

Disaat anak – anak seumurmu sibuk dengan belajarnya disekolah, engkau sibuk belajar mencari uang dijalanan. Disaat anak – anak seumurmu sibuk dengan berbagai macam permainan, engkau sibuk dengan alat musik sederhanamu. Disaat anak – anak seusiamu sibuk dengan canda tawa, engkau sibuk dengan kekerasan dan tempaan zaman. Disaat anak – anak seusiamu tidur dengan alas yang empuk, engkau hanya beralaskan kertas koran.

Setiap hari engkau terus berjalan menyusuri setiap jalan untuk mencari uang demi mempertahankan hidupmu. Dengan alat musikmu yang sederhana, yang berupa sepotong kayu yang dipakukan tutup botol minuman, engkau bernyanyi dengan senyum anak – anakmu. Engkau terus bernyanyi menghampiri setiap kendaraan untuk mengharap belas kasihan, terkadang suarumu itu telah mulai serak. Engkau terus bekerja menghibur mereka.

Tangan mungilmu selalu terulur disetiap kaca jendela mobil, namun yang memberi tak sebanyak kendaraan yang engkau hampiri. Hanya satu atau dua yang masih memiliki belas kasihan padamu. Apapun yang terjadi, engkau tetap tersenyum dalam tangis kesedihanmu.

Apapun yang terjadi, engkau tanggung sendiri, debu jalanan, matahari, hujan, menjadi saksi perjuanganmu. Kuharap hari esokmu tidak dijalan lagi. Hidup ini akan terus berputar silih berganti. Yakinlah tuhan akan selalu bersamamu… Dan doaku selalu kusebut dalam setiap sujudku agar engkau bisa merasakan indahnya kehidupan dan bergembira dengan teman seusiamu tanpa memendam pilu lagi…

Sabarlah adik kecilku...


Bersabarlah adik kecilku... Tuhan akan selalu bersamamu jika kamu yakin pada kuasa-NYA.

SYAIR GUE : 2 : Tak Cukupkah Semua..?

Berapa banyak lagi airmata yang akan mengalir dari setiap mata, Berapa banyak lagi luka-luka, Yang bisa membuka setiap mata dan hati nurani kita terhadap apa yang telah terjadi di bumi yang makin menua ini. Bahwa tangan kita, disadari atau tidak, telah membuatnya menjadi makin buruk.

Berapa banyak lagi pohon tumbang yang dicuri dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Setiap waktu kita kan mendengar tangis pilu sang penghuni alam atas musibah yang terjadi. Mereka yang tak bersalah menjadi korban. Sampai Berapa banyakkah derita menyapamu dan sampai Berapa banyak lagi bencana yang akan mereka tanggung dari hasil kejahatan ini. Dan kita menjadi saksi semua itu.

Tak cukupkah semua apa yang terjadi di bumi ambia ini untuk dijadikan pelajaran bagi kita, agar kita bisa Membuka sang mata membuka sang hati nurani kita. Dan lihatlah semua apa yang terjadi akibat dari ulah kalian. Saat dicari kebenaran itu, kita Semua tutup mata, semua tutup hati, seolah-olah kita tidak pernah berbuatnya.

Berapa lama lagi untuk hati nuranimu menyadarinya? Dan setelah itu, bagimu Bersimpuh dan kembali pada Illahi adalah harapan indah. Akan Berapa lama lagi untuk jiwa akan Tersadar untuk kembali pada-Nya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Cukuplah kekejaman dan penganiayaan ini berakhir hari ini.

Wahai manusia, perhatikan Dan lihatlah semua apa yang terjadi. Kita Tak bisa selamanya sembunyi dan tutup mata hati atas apa yang terjadi. Kita tidak bisa menunggu perubahan dan kebaikan itu datang dengan sendirinya. Mulai saat ini, berhentilah merusak bumi yang mulai menua ini, berhentilah membuat masalah yang kamu sendiri tdak mampu mempertanggung jawabkannya, sehingga orang lain yang tak bersalah menanggungnya.

Aku sampaikan ini padamu yang masih mempunyai hati nurani…
 
 
 
Special Thank's to : Opick "Tombo Ati" from Dibawah Langit-MU Album

SYAIR GUE : 1 : Pada-MU Allah...

Tuhan menciptakan dunia untuk umat manusia agar mereka berjalan didalamnya, mencari jati diri dan Tuhan-Nya. Perjalanan hidup ini akan semakin sulit dan terus menjadi panjang serta berliku. Namun jalan itu harus aku tempuh untuk menemukan jati diriku sendiri. Aku diisyaratkan untuk menapaki jalan lurus menuju-NYA. Meski jalan lurus itu telah ada dan tidak lagi berkelok dan berliku, aku belum menemukan akhir dari perjalanan itu, karena sampai saat ini akhir itu masih menjadi rahasia dari sang pencipta.

Sering aku lupa bahwa engkau selalu dekat, selalu erat pada setiap insan. Ingin sekali aku mengetuk "PINTU RINDU" untuk meluahkan rasa rinduku pada-MU Ya Ilahi, mengikrarkan janji bahwa hidup dan matiku hanya untuk-MU, meski yang aku ketuk itu masih menjadi rahasia. Biarkanlah airmata ini terus melimpah dan biarkanlah luluh cinta ini tercurah pada-MU, sebagaimana "BATAS ASAKU" meronta-ronta untuk terus menemukannya. Aku ingin sekali memasuki pintu itu. Aku yakinkan hal itu selalu dengan iman dan bersimpuh pada-MU.

Kerinduan itu akan aku sambungkan dengan cintaku pada Ilahi dan junjunganku, karena "KUPERCAYA ADA CINTA" yang bertandang dan hadir menerpa umat manusia. Aku rela biar betapa pun perih tertusuk duri, Jalan berliku yang tiada bertepi, Aku percaya tidak sia-sia aku diuji, Demi cinta yang tersembunyi hikmahNya. Dengan cinta semuanya bisa terasa mungkin dan tentunya ada hikmah yang pasti dari cinta yang hakiki itu. Cinta yang suci dan abadi kepada Ilahi dan junjunganku.

Rasa rindu itu aku dendangkan dengan "SHALAWAT" sebagai kalimah yang Syahdu dalam menyanjung dan menghormati-mu “YA RASULALLAH”. Keindahan yang tiada terkira apabila aku dapat bertemu dengan-mu, menatap wajah-mu, dan kelak diakhirat mendapatkan kurnia-an syafaat dari-mu. Terimalah aku sebagai umat-mu walau aku tak pernah bertemu dengan-mu,.

Tak hanya itu, Lafazh mulia yang maha dahsyat dari “ASMAUL HUSNA” pun menyapa dan bergema hingga keruang hatiku yang paling sunyi. Ya Allah, hanya pada-MU tempat aku mengadu segala rindu, dan limpahilah aku rahmat kasih-MU, sebagaimana didalam “TAHAJJUD CINTA” yang ku laungkan disetiap malam, yang menjadi saksi semua kecintaan dan kerinduanku “KETIKA CINTA” memanggil seluruh jiwa dan imanku mendekati-MU Ya Ilahi…


Special Thanks To: Dato' Siti Nurhaliza on Tahajjud Cinta Album

Rabu, 27 Oktober 2010

CATATAN GUE ; 2

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.
Alhamdulillah dan shalawat selalu tercurah untuk Nabi Muhammad sang idola...

Sama dengan catatan tulisan gue yang pertama, gue menulis di blog ini tanpa ada persiapan, alias menulis apa yang mau gue tulis. Hmm... Gue mau nulis apa yah?? Jadi bingung gue...

Oh ia... pertama sekali gue ngucapin turut berbela sungkawa atas musibah gempa yang terjadi di daerah Mentawai dan sekitarnya yang telah menelan puluhan korban jiwa. Semoga yang meninggal diterima disisi-Nya, yang hilang agar diketemukan, dan yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan.

Bercerita sedikit tentang gempa, gue sebenarnya masih sedikit trauma dengan gempa yang langsung gue alami pada tanggal 10 September 2009 silam. Bagi gue, setiap musibah adalah pelajaran sekaligus ujian yang mau gak mau harus gue hadapi. Bagi gue pribad, apapun yang diberikan Tuhan gue untuk gue adalah yang terbaik untuk gue pribadi.

Yaps... kita tinggalkan dulu masalah gempa dan bela sungkawa tersebut... dan beralih kepada...???

(bingung...)

(pusing...)

(izin ke kamar mandi dulu yah bentar...)

(yah... air krannya belum ditutup...)

(wah... kerannya patah...)

(panggil tukang ledeng dulu yah...)

Yaps... akhirnya selesai juga... Oh ya... Gue juga mau ngucapin terima kasih lagi buat siapa saja yang telah mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan gue walau telat, tapi gak papa, yang penting keikhlasan dan doanya sangat gue hargai.

Kita lanjut sedikit dengan keseharian gue dikampus gue yang tercinta, kujaga dan kubela (kayak embel – embel kota Padang aja...). Seperti biasa, gue belajar, ngobrol, dan bersosialisasi dengan cukup baik. Dan gue juga masih bertemu dengan orang – orang aneh seperti makki, tejo, qila, teguh, dan yuli, tapi mereka gak gigit kok... (ne gue nulis apaan seh??)

Hmmm... cukup dulu dah gue nulis di blog ini. (tukang ledengnya mau pamit... lha? Hubungannya ma gue apa yah..?) Yah... gak papa... Insya Allah gue bakal nulis lagi kok...

Selasa, 26 Oktober 2010

CATATAN GUE : 1

Alhamdulillah… lega juga gue akhirnya bisa kembali menulis di blog gue ini.
Buat catatan pertama ini gue juga gak tahu mau nulis apa. Ini berarti gue bakal nulis apa yang gue ingat saat menulis di blog ini.

Pertama – tama gue mau ngucapin terima kasih atas ucapan selamat doa saat gue berulang tahun, baik lewat telephone, sms, facebook, twitter, bahkan masih ada yang ngucapinnya lewat kertas surat (mempertahankan budaya menulis… ), sekali lagi, terima kasih atas perhatian dan doanya. Semoga tuhan memberkahi niat baik anda semua.

Kesan ulang tahun gue kali ini emang berbeda dengan sebelum ini, yang jelas tahun ini gue merayakan ulang tahun seorang diri dan jauh dari orang tua bahkan keluarga. No Problem. Gue bisa kok. Yang jelas, tahun ini jauh dari yang namanya pesta atau party seperti tahun – tahun kemarin. Hehehe…

Saat malam ulang tahun gue, gue Cuma berharap ama Allah gue yang maha pinter dan the big boss dari segala boss yang ada di dunia ini, gue pengen kuliah gue berjalan lancar dan gue sembuh dari penyakit yang gue derita ini. Gue gak tahu kapan itu akan dikabulkan, tapi gue selalu percaya ama Tuhan gue… (Sabar menanti…)

Gue gak mau berharap yang muluk – muluk, apalagi berdoa minta jodoh cepet. Bukannya gue gak normal, tapi belom saatnya gue mikirin cinta sob… Untuk apa pikirkan cinta, kini bukan saatnya, cinta memang sering menggoda. Itu lirik lagu yang sering gue denger, dan memang cinta itu selalu menggoda. Bahkan kalau menurut gue, cinta itu lebih parah dari yang namanya alkohol. Hehehehe…

Kayaknya cukup sekian dulu gue nulis di blog gue ini. Kalau ada waktu ntar gue bakal nulis lagi. Setidaknya menuliskan apa yang gue ingin tuliskan. Sebenernya bisa aja gue nulis dibuku diary, tapi karena gue cowok, gue nulisnya di blog gue…, biar klihatan intelek… hehehe…

Sekian dulu yeh… Insya Allah… Semoga kalian semua selalu sukses dan semangat dalam menjalani hidup ini… Gue cabut dulu… Assalamu’alaikum… Cawww…!

Minggu, 24 Oktober 2010

MATERI PIP : Dasar, Asas, Fungsi Dan Tujuan Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pendidikan merupakan salah satu hak asasi bagi manusia. Kita dapat mengatakan, dimana ada kehidupan manusia disitu pasti ada pendidikan. Pendidikan sebagai gejala universal, merupakan suatu keharusan bagi manusia karena pendidikan merupakan usaha memanusiakan manusia itu sendiri. Satu hal yang menjadi jelas da apa yang disebut pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki manusia.

Kajian tentang landasan dan asas pendidikan akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan dan pada gilirannya akan memberikan peluang yang besar bagi perancangan dan penyelenggaraan pendidikan sehingga memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan itu sendiri. Dasar pendidikan berhubungan sangat erat dengan tujuan pendidikan, karena tujuan itu dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan. Tercapainya tujuan pendidikan diharapkan dapat mewujudkan fungsi pendidikan itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat ditarik dari uraian diatas adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan dasar pendidikan?
2. Apa saja asas yang terkandung dalam pendidikan di Indonesia?
3. Bagaimana fungsi pendidikan itu sendiri?
4. Apa yang menjadi tujuan dari pendidikan?

C. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan:
1. Mengetahui apa saja yang menjadi dasar pendidikan.
2. Mengetahui asas-asas yang terdapat pada pendidikan.
3. Memahami fungsi dan tujuan pendidikan.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Dasar Pendidikan
Dasar pendidikan adalah landasan berpijak dana arah bagi pendidikan sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Walaupun pendidikan itu bersifat universal, namun bagi suatu masyarakat pendidikan akan diselenggarakan berdasarkan filsafat dan pandangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang sosial-budaya masyarakat tersebut. Adapun beberapa hal yang menjadi dasar atau landasan pendidikan adalah:

1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis berkaitan dengan kajian mengenai makna terdalam atau hakikat pendidikan, mengapa pendidikan dapat dilakukan dan diberikan kepada manusia, dan apa yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Filsafat sebagai kajian khusus formal dari beberapa ilmu dipakai sebagai landasan bagi pendidikan dan sangat besar pengaruhnya bagi pendidikan. Hal ini disebabkan prinsip-prinsip dan kebenaran hasil kajian dari ilmu-ilmu tersebut diterapkan dalam pendidikan. Esensialisme, behaviorisme, perenialisme, progresivisme, rekonstruksionisme, dan humanisme merupakan mazhab-mazhab pendidikan berdasarkan aliran-aliran filsafat tertentu yang pada giliran selanjutnya mempengaruhi pandangan, konsep dan praktik pendidikan. Seharusnya di Indonesia dikembangkan teori pendidikan nasional Indonesia yang berdasar pada filsafat pancasila.

2. Landasan Sosiologi
Kajian sosiologi pendidikan merupakan sarana untuk memahami sistem pendidikan dengan keseluruhan hidup masyarakat. Kesatuan wilayah, adat istiadat, rasa identitas, loyalitas pada kelompok merupakan awal dan rasa bangga dalam masyarakat tertentu, yang semuanya ini merupakan landasan bagi pendidikan.

Bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain, bangsa Indonesia mempunyai karakteristik tersendiri karena mempunyai proses pembentukan yang panjang. Hal-hal yang terkait dengan perwujudan tata tertib sosial, perubahan sosial, interaksi sosial, komunikasi dan sosialisasi merupakan indikator bahwa pendidikan menggunakan landasan sosiologis. Salah satu perwujudan bahwa pendidikan berlandaskan pada kondisi masyarakat tertentu ialah dengan diadakannya muatan lokal atau kurikulum.

3. Landasan Kultural
Kebudayaan adalah keseluruhan hasil cipta, rasa dan karya manusia. Budaya dalam masyarakat juga menjadi landasan bagi pendidikan. Di Indonesia telah ditegaskan bahwa pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, kebudayaan dapat diwariskan dan dikembangkan melalui pendidikan, sebaliknya, bentuk, ciri-ciri dan pelaksanaan pendidikan ditentukan oleh kebudayaan yang ada dalam masyarakat.

4. Landasan Historis
Sejak manusia hidup, sejak saat itu pula pendidikan ada, dari yang paling sederhana sampai pendidikan yang sangat kompleks seperti sekarang ini. Di Indonesia, pendidikan sejaka zaman purba, zaman hindu-budha, pendidikan zaman islam, masa penjajahan kolonial, dan usaha-usaha ke arah pendidikan nasional hingga sekarang merupakan bahan oemikiran yang sangat penting bagi pendidikan kita saat ini dan esok. Semuanya menunjukan bahwa pendidikan tidak dapat lepas dari landasan historis.

5. Landasan Psikologis
Pendidikan berkaitan dengan pemahaman dan penghayatan akan perkembangan manusia khususnya dalam proses belajar-mengajar. Pemahaman peserta didik yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Bebrapa contoh aspek kejiwaan tersebut adalah perbedaan individu karena perbedaan aspek kejiwaan, kebutuhan dasar yang bermacam-macam pada manusia dan perkembangan peserta didik, semua itu berdasarkan pada teori-teori yang ada di psikologi.

6. Landasan Ilmiah dan Teknologi
Pendidikan dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mempunyai hubungan yang sangat erat. IPTEK merupakan salah satu materi pengajaran sebagai bagian dari pendidikan. Jadi, peran pendidikan dalam pewarisan dan pengembangan IPTEK sangat penting. Disatu sisi perkembangan IPTEK terakomodasi oleh pendidikan, disisi lain pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK. IPTEK selanjutnya digunakan sebagai program, alat dan cara kerja teknologi pendidikan. Memeprhatikan kaitan yang sangat erat antara pendidikan denga IPTEK, maka IPTEK merupakan salah satu landasan pendidikan yang penting.

7. Landasan Politik
Politik sebagai cita-cita yang harus diperjuangkan melalui pendidikan, dimaksudkan agar tujuan dan cita-cita suatu bangsa dapat tercapai. Caranya dilakukan dengan menanamkan pengertian akan peranan kekuasaan, hak dan kewajiban, ideologi serta berbagai aturan yang harus ditaati oleh setiap warga Negara. Penanaman kesadaran akan hak dan kewajiban, nilai-nilai demokrasi merupakan pertanda bahwa di dalam pendidikan menggunakan landasan politik. Demikian juga kalau dalam pendidikan ada materi pendidikan kewarganegaraan, maka pertanda juga bahwa di dalam pendidikan itu ada landasan politiknya.

8. Landasan Ekonomi
Dari sudut pandang ekonomi, pendidikan dapat dikatakan sebagai human investment. Karena dengan pendidikan maka manusia terdidik dapat menjadi modal bagi pembangunan. Manusia terdidik berfungsi sebagai tenaga kerja dan memiliki kemampuan teknologis, dapat membantu pertumbuhan ekonomi dengan naiknya GNP. Pendidikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi jika pendidikan itu mampu mencerdaskan, merangsang, dan menginformasikan peserta didik tentang bagaimana dan mengapa seseorang membutuhkan pendidikan. Disisi lain, untuk memperoleh pendidikan diperlukan biaya yang perlu dihitung, berapa satuan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh pendidikan pada tingkat tertentu, dan berapa keuntungan yang didapat. Memperhatikan hal-hal tersebut maka dapat dimengerti kalau pendidikan itu menggunakan landasan ekonomi.

9. Landasan Yuridis
Pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat tertentu dengan budaya tertentu, lalu masyarakat itu menginginkan pendidikan yang sesuai dengan latar belakang keinginan masyarakat itu. Maka perlu adanya pengaturan dalam regulasi yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Di Indonesia pendidikan yang dipakai dituangkan dalam undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003, yang kemudian dijabarkan delam peraturan hukum lainnya. Semuanya ini berdasarkan falsafah bangsa Indonesia dan UUD 1945 yang berlaku bagi masyarakat Indonesia.



B. Asas Pendidikan
Asas atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuannya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan prinsip atau asas ini maka pelaksanaan pendidikan dapat berjalan lancar, efektif, dan erfisien. Asas pendidikan Indonesia berdasarkan ketetapan komisi Pembaharuan Pendidikan adalah:

1. Asas ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani
Yang berarti, di depan pendidik memberi contoh, di tengah memberi dorongan, dibelakang memberi pengaruh agar menuju ke kebaikan.

2. Asa pendidikan sepanjang hayat
Yang berarti pendidikan itu dimulai sejak lahir sampi nanti meninggal.

3. Asa semesta, menyeluruh dan terpadu
Semesta artinya pendidikan itu terbuka bagi semua rakyat dan seluruh wilayah Negara, menyeluruh artinya mencakup semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Terpadu artinya saling berkaitan antara pendidikan dengan pembangunan nasional.

4. Asas manfaat
Pendidikan harus mengingat kemanfaatan bagi masa depan peserta didik, bagi masyarakat, bangsa, Negara dan agama.


5. Asas usaha bersama
Pendidikan menekankan kebersamaan antara keluarga sekolah dan masyarakat.

6. Asas demokratis
Pendidikan harsu dilaksanakan dalam suasana dan hubungan yang proporsional antara pendidik denga peserrta didik, ada keseimbangan antara hak dan kewajiban pada masing-masing pihak.

7. Asas adil dan merata
Semua kepentingan berbagai pihak harus mendapatk perhatian dan perlakuan yang seimbang, sehingga tidak ada diskriminasi.

8. Asas perikehidupan dalam keseimbangan
Pendidikan harus mempertimbangkan segala segi kehidupan manusia, misalnya jasmani-rohani, dunia-akhirat, individu-sosial, intelektual, kesehatan, keindahan dan sebagainya.

9. Asas kesadaran hokum
Pendidikan harus sadar dan taat pada peraturan yang berlaku serta menegakkan dan menjamin kepastian hukum.

10. Asas kepercayaan pada diri sendiri
Pendidikan dan peserta didik harus memiliki kepercayaan diri sehingga tidak ragu dan setengah-setengah dalam melaksanakan pandidikan.

11. Asas efisiensi dan efektivitas
Dalam pendidikan dituntut kehematan dan hasil guna yang tinggi.

12. Asas mobilitas
Dalam pendidikan harus ditumbukan keaktifan, kreativitas, inisiatif, ketrampilan. Kelincahan dan sebagainya.

13. Asas fleksibiltas
Dalam pendidikan harus diciptakan keluwesan baik dalam materi maupun caranya sesuai dengan keadaan, waktu dan tempat.



C. Pentingnya Dasar dan Asas Pendidikan
Dasar pendidikan suatu Negara tidak dapat dilepaskan dari falsafah hidup bangsa itu. Asas pendidikan dapat menjadi corak khusus pada penyelanggaraan pendidikan sehingga akan memberi corak pada pendidikan disuatu masyarakat. Kajian terhadap landasan dan asas pendidikan akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan dan pada gilirannya akan member peluang yang besar bagi perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan sehingga memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan baik secara konseptual maupun operasional. Dasar pendidikan berhubungan sangat erat dengan fundional dengan tujuan pendidikan, Karena tujuan pendidikan itu dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan.



D. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilakukan oleh pendidik. Tugas atau misi pendidik itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik maupun kepada masyarakat bangsa ditempat ia hidup. Adapun beberapa fungsi pendidikan:

1. Bagi dirinya sendiri, pendidikan berfungsi menyiapkan dirinya agar menjadi manusia secara utuh, sehingga ia dapat menunaikan tugas hidupnya secara baik dan dapat hidup wajar sebagai manusia.

2. Bagi masyarakat, pendidikan berfungis untuk melestarikan tata sosial dan tata nilai yang ada dalam masyarakat (preserveratif) dan sebagai agen pembaharuan sosial (direktif) sehingga dapat mengantisipasi masa depan.

3. Menyiapkan tenaga kerja

4. Menyiapkan manusia sebagai warga Negara yang baik.

5. Menyiapkan manusia sebagai manusia.


E. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Tanpa dasar tujuan maka praktek pendidikan tidak akan ada artinya. Tujuan pendidikan Indonesia menurut pasal 3 UU No.20 Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Adapaun beberapa tujuan dalam pendidikan:

1. Tujuan umum, total atau akhir
Adalah tujuan yang paling akhir dan merupakan keseluruhan tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Tujuan akhir pendidikan adalah tercapainya kebahagiaan sempurna, yaitu kepuasan hingga tidak menimbulkan keinginan lagi dan kekal atau abadi.

2. Tujuan Khusus
Adalah pengkhususan tujuan umum atas dasar berbagai hal, misalnya usia, jenis kelamin, intelegensi, minat, lingkungn social-budaya, tahap-tahap perkemabangan, dan lain sebagainya.

3. Tujuan tak lengkap
Adalah tujuan yang hanya menyangkut sebagian aspek kehidupan manusia. Misalnya aspek sosiologis, psikologis atau biologis saja.

4. Tujuan sementara
Adalah tujuan yang hanya dimaksudkan untuk sementara saja, sedangkan kalau tujuan sementara telah tercapai kemudian ditinggalkan dan diganti dengan tujuan yang lain.

5. Tujuan intermedier
Yaitu tujuan perantara bagi tujuan lainya yang pokok. Misalnya anak dibiasakan menyapu halaman agar kelak dia menjadi bertanggung jawab.

6. Tujuan incidental
Yaitu tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, seketika, spontan. Misalnya guru menegur anak yang bermain kasar pada saat pelajaran olahraga.

7. Tujuan Umum
Adalah tujuan akhir atau tertinggi yang berlaku disuatu lembaga dan kegiatan pendidikan.

8. Tujuan institusional
Adalah tujuan yang menjadi tugas suatu lembaga pendidikan untuk mencapainya.

9. Tujuan kulikuler
Adalah tujuan yang akan dicapai oleh mata pelajaran atau bidang studi tertentu.

10. Tujuan instruksional
Adalah tujuan yang yang ingin dicapai p-ada waktu guru mengajar suatu pkok bahasan tertentu. Disebut juga engan sasran belajar.




BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari uraian pembahan dapat disimpulkan bahwa dasar pendidikan adalah landasan berpijak dana arah bagi pendidikan sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Walaupun pendidikan itu bersifat universal, namun bagi suatu masyarakat pendidikan akan diselenggarakan berdasarkan filsafat dan pendangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang social-budaya masyarakat tersebut. Asa atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuannya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan prinsip atau asas ini maka pelaksanaan pendidikan dapat berjalan lancer, efektif, dan erfisien

Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilakukan oleh pendidik. Tugas atau misi pendidik itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik mauapun kepada masyarakat bangsa ditempat ia hidup. Tujuan pendidikan merupakan sesuatau yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Tanpa dasar tujuan maka praktek pendidikan tidak akan ada artinya. Tujuan pendidikan Indonesia menurut pasal 3 UU No.20 Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kamis, 21 Oktober 2010

SURAT CINTA UNTUK KEKASIHKU - Setelah Ku Berulang Tahun

Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim
Dear Rasulullah…

Entah bagaimana kabarmu kini rasul, tapi kenapa yah, aku merasa bahwa kau tengah terlelap tidur tanpa mimpi-mimpi yang menjemukan dan mengganggu. Tak tega aku membangunkan dan mengganggu tidurmu rasul. Rasa-rasanya dengan melihatmu terlelap saja hilang sudah keluh yang hendak kusampaikan.

Mungkin engkau lelah menanggung beban selama 63 tahun. Dicaci, dihujat, dihina, dan disiksa oleh kaummu sendiri. bahkan oleh orang terdekatmu. Rasul, kiranya aku berada di sisimu pada saat itu, kuberikan tubuhku dan kehormatanku untuk menggantikanmu, dan melepaskan deritamu. Meski hanya sedikit, ya meski hanya sedikit. Tapi… akankah aku berada dipihakmu jika Allah menghendaki aku terlahir bersamaan dengan kerasulanmu? Jangan-jangan, malah akulah Abu Jahal, atau Abu Lahab saat itu? Ah, entahlah.

Perjalananmu bersama sahabatmu Abu Bakar sungguh memberikan inspirasi bagi ku. Adakah teman seperti beliau ya rasul? Konon sampai-sampai beliau rela pahanya dipatuk ular dan tak bergeming demi kecintaannya padamu, ketika engkau tengah merebahkan kepala mu dipangkuannya.

Kasihmu pada sahabat-sahabatmu tiada sesiapapun yang dapat menyamainya. Kiranya hanya cinta Tuhanmu dan cintamu sajalah yang mereka peroleh sungguh lebih dari cukup bagi mereka. Begitu ikhlas engkau mencintai mereka dan mereka mencintaimu. Hingga perrisai tubuh pun rela mereka persembahkan demi menjagamu. Panah yang menghujam tubuh serasa panah cinta yang memberi kesenangan. Tombak yang menembus jantung, bagaikan sapaan bidadari yang memberi ketenangan. Sabetan pedang pun tak ubahnya seperti lambaian tangan surga yang menyapa. Janji darimu dan dari Tuhan-mu tiada sedikit pun salah duhai rasul.

Saat ini terngiang-ngiang sebuah ucapan yang begitu indah, seolah-olah aku dibawa ke dalam majelis mu rasul. Sami’na wa atho’na…. Kami dengar dan kami taat… Ucapanmu adalah titah bagi kami. Ucapanmu adalah petunjuk dari Tuhan kami. Ucapanmu adalah pembawa cahaya dalam gelap jalan kami. Mungkin itu yang dirasakan oleh para sahabat ketika mendengar ucapan dan titah darimu.

Rasulullah… utusan Allah, kekasih Allah, dambaan bagi siapapun di dunia ini yang memiliki keimanan dan kecintaan untuk berjumpa denganmu. Rasul, sedikit ada yang mengganjal di hati kecil ini ya rasul. Perkenankan aku mengungkapkan apa yang selama ini ingin kusampaikan, yah meski dengan beberapa carik kertas.

Sudah lebih dari seratus tahun semenjak engkau mangkat dari bias dunia ini. Selama itu pula banyak dari kami yang sebelumnya mengakuimu sebagai umatmu dan hamba Allah, Tuhanmu Tuhanku dan Tuhan kami, kini tengah kehilangan arah. Aku tak tahu apakah aku termasuk di dalamnya. Atas nama mu saudara-saudaraku mempraktekkan bentuk ubudiyyah yang bahkan dengan keterbatasan ilmu ku tidak pernah aku mendengar engkau memerintahkannya. Aku tidak tega untuk menyebutkan siapa dan apa yang mereka kerjakan. Semoga laknat mu tidak jatuh atas kami.

Bulu romanku berdiri ketika suatu ketika aku mendengar ada yang berkata bahwa di yaumil akhir nanti ketika kami, juga engkau dibangkitkan kembali oleh Sang Penguasa, dan dikala itu engkau berniat memberikan syafa’at kepada kami selaku umatmu, Allah menahan syafa’at mu itu. Bukan karena enggkau bersalah duhai bagindaku, bukan pula karena kelalaian permohonanmu, tetapi karena Allah memperingatkanmu dan memberitahukan kepadamu bahwa ada di antara kami yang beribadah tanpa ada contoh darimu. Dan ku lihat mukamu merah padam, urat lehermu menegang, bibirmu bergetar menahan marah, dan mungkin malu kepada Allah.

Dan engkau pun kekasihku, berpaling dari orang-orang itu. Tuhan… pencipta langit dan bumi, jangan biarkan dakwaan-Mu jatuh kepada hamba dan keluarga hamba…

Tak dapat ku banyangkan betapa engkau yang begitu penyabar dapat sedemikian marahnya. Satu yang dapat aku rasakan, mungkin kami telah keterlaluan terhadap risalah dan amanat yang kau titipkan kepada kami. Duh, malang nian nasib kami. Jangan marah ya Rasulullah, jangan berpaling dari ku kekasih Allah.

Rasul, kenapa yah engkau tak hidup hingga dapat mendampingiku menuju jalan Tuhanku. Apa karena kau tidak mencintaiku? Ataukah karena karena sebegitu percayanya engkau terhadap janji Allah bahwa akan ada di tiap umatmu yang akan membela dan mempertahankan kemurnian ajaranmu, ajaran kemuliaan, ajaran kedamaian, ajaran
kesempurnaan, dan ajaran kebenaran??
 
Oh ya rasul, aku ingin mengutarakan suatu pernyataan kepadamu, bahwa aku begitu… mencintaimu. Kiranya Tuhanku bersedia menyelaraskan perkataan dan perbuatanku, duh, aku amat bersyukur sekali. Bukan apa-apa rasul, karena seperti Allah katakan melalui lidahmu bahwa Dia (Allah) tidak suka kepada orang yang hanya berkata-kata. Dengan kata lain, antara yang dikatakan dan yang dilakukan bertentangan. Aku tak dapat membayangkan bagimana jadinya orang yang mendapat benci dari Allah. Aduh… aku takut sekali. Tuhan tolong aku!!! Tunjukkanlah aku jalan menuju cinta-Mu, kasih rasul-Mu, meski jalan itu adalah jalan yang tidak menyenangkan, dan mengekang!!

Jika hanya dengan jalan itu aku dapat bertemu denganmu, juga tentu saja dengan Allah, kekasih nomor satu (wah rasul, kita sama-sama punya kekasih satu yang sama yah, kira-kira siapa yah yang paling mencintai Dia? Ah takut aku bila dibandingkan denganmu), maka jalan itulah yang kemudian akan aku tempuh, walau itu adalah hal terakhir yang harus kulakukan, maka akan kulakukan, dan kulalui jalan itu. Tiada daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan milik-Mu semata, bukan begitu rasul?

Ternyata kata-kataku ini tidak dapat mewakili isi hatiku dan mengemas berjuta asa di benakku. Untuk itu rasul, kutitipkan salam melalui Allah berupa shalawat untukmu. Semoga shalawat itu pula yang dapat menerangi hatiku, yang dapat menumbuhkan kecintaanku kepadamu, yang dapat mengokohkan keyakinanku kepada Tuhanmu, Tuhanku; Allah Subhanahu wa ta’ala.

Terakhir rasul, maaf sekali jika aku sudah menyita waktu dan mengganggu tidurmu. Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena menambah pikiranmu tentang urusan yang seharusnya tak lagi dibebani kepadamu. Selamat tidur rasulku, selamat bermimpi indah kekasihku. Kuharap dapat bertemu denganmu walau hanya sekedar dalam mimpi.
Salam cinta dan peluk untukmu
Fansmu….

Rabu, 20 Oktober 2010

SELAMAT ULANG TAHUN DERI... AND THANK'S To

Joyeux anniversaire to Deri Dwi Raihan An-Naufali...
Selamat Ulang Tahun Untuk Deri Dwi Raihan An-Naufali...
Alhamdulillah... Segala puji bagi Allah, Tuhan gue yang paling top dan penguasa seluruh alam ini... Sholawat juga gak lupa gue sampaikan buat penerang dunia, Nabi Muhammad yang mulia dan punya dedikasi penting dalam perkembangan hidup gue...

Hari ini, tepat tanggal 20 Oktober, gue dilahirkan ke atas dunia ini oleh orang tua gue... Thanks for My Mother, My Father, My Brother and My Sister for me... Terima kasih juga buat Sulis "Cinta Rasul",  Kak Haddad Alwi, Keluarga besar Cinta Rasul Family,  dan Mas Opick beserta Kak Iwan (Tombo Ati Management)

Thank's To My Best Friends., Basith Rahman Abbas (buat motivasinya), Wiranata (buat bantuan saat di Universitas), Al-Iqbal (buat support dan transportasinya), Reza Hadi Saputra (buat celetukan lucunya), Fauzi Raimon Putra (buat bantuan saat gue sakit), Roven Junaidi (atas kerjasamanya).  Semoga Allah terus mengiringi langkah kalian semua dan Sukses buat kalian semua...!

Thank's To My Brother and My Sister on Nurus Sakinah Mosque, Rahmad Ashari, Rudolfo Juvi, Raditya Almi, Adit ndutz, Fikri Ihsani Mahendra, Brilliant Dzikri, Rizqan Hasanan,  Aisyah, Rahmi, Nia, Fadhli Iwanda, Rhiza Wannadi Nurasman, Ghalib Verdita Putra, Rafif Akram Rafdinal, Muhammad Amirul, Muhammad Helmi, Faruqy, Hariansyah, Ridho Mulyadi, The~Rainbow's, Nurul Aimuni, Yang rajin belajarnya...

Thank's To My Senior, Bang Rio Eka Saputra, Acie, Kak Via, Kak Pipit yang makin dewasa, Bang Angga Pratyangga (cepat kuliahnya bang... Cepat Juga nikahnya), Kak Chacha (buat ceritanya), Kak Sinta (yang masih betah jomblo), Bang Ipay (buat nasehatnya), bang Angga Saputra (traktirannya nyusul bang...), Bang Rizki (buat sarannya) dan Bang Sunu (buat motivasinya, Serta bang Sofyan (buat kerupuknya..). Makasih buat support dan bantuannya...

And Thanks to My Best Teacher, Ust. Zainal Arifin Lc, dr. Siril Firdaus, Ust. Khilal Syauqi, Ust. Syahroni S.I.Q S.Ag, Usth Asrida, Usth Isharmi, Ibu Erna Yanel (buat teknik bahasa Inggrisnya), Ust. Afrizal Basyir S.Pdi. Moga ilmunya berkah...

And Finally, Thanks to my Best new Friends In Universitas Islam Negeri Jakarta.., Tejo Prasetyo (buat pelajaran agamanya), Nurkholis Makki (buat kekonyolannya), Teguh Nughroho (??? gue pusing mau bilang apa, hehe...), Aqilatul Munawaroh (buat omelannya), Yuli (buat gosipnya). Sukses Ya...

Udah cukup dah kayaknya gue nulis disini... Capek juga kayaknya... Hahaha...
Semoga dengan bertambhnya umur gue, makin bisa bikin gue lebih sabar dalam menghadapi hidup... Dan tentunya bisa jadi manusia yang lebih baik dari yang dahulu...! Amin...

Senin, 18 Oktober 2010

MATERI SOSIOLOGI "Pendidikan dan Mobilitas Sosial"

A.  Pengertian Pendidikan dan Mobilitas Sosial
Menurut Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. Sementara menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.

Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah, tentu saja kebanyakan orang akan terkukung dalam status nenek moyang mereka. Mereka hidup dalam kelas sosial tertutup.

Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit. Contohnya, masyarakat feodal atau pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Pada masyarakat yang menganut sistem kasta, bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. Dengan demikian, tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi.



B. Cara untuk melakukan mobilitas sosial
Secara umum, cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas adalah sebagai berikut :

1.      Perubahan standar hidup
Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akan mereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status.
Contoh: Seorang pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Menejer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status sosialnya di masyarakat tidak dapat dikatakan naik apabila ia tidak merubah standar hidupnya, misalnya jika dia memutuskan untuk tetap hidup sederhana seperti ketika ia menjadi pegawai rendahan.

2.      Perkawinan
Untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui perkawinan.
Contoh: Seseorang wanita yang berasal dari keluarga sangat sederhana menikah dengan laki-laki dari keluarga kaya dan terpandang di masyarakatnya. Perkawinan ini dapat menaikan status si wanita tersebut.


3.      Perubahan tempat tinggal
Untuk meningkatkan status sosial, seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah, indah, dan mewah. Secara otomatis, seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai orang kaya oleh masyarakat, hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas.

4.      Perubahan tingkah laku
Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, tetapi juga pakaian, ucapan, minat, dan sebagainya. Dia merasa dituntut untuk mengkaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya.
Contoh: agar penampilannya meyakinkan dan dianggap sebagai orang dari golongan lapisan kelas atas, ia selalu mengenakan pakaian yang bagus-bagus. Jika bertemu dengan kelompoknya, dia berbicara dengan menyelipkan istilah-istilah asing.

5.      Perubahan nama
Dalam suatu masyarakat, sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi.
Contoh: Di kalangan masyarakat feodal Jawa, seseorang yang memiliki status sebagai orang kebanyakan mendapat sebutan "kang" di depan nama aslinya. Setelah diangkat sebagai pengawas pamong praja sebutan dan namanya berubah sesau dengan kedudukannya yang baru seperti "Raden"



C. Faktor penghambat mobilitas sosial
Ada beberapa faktor penting yang justru menghambat mobilitas sosial. Faktor-faktor penghambat itu antara lain sebagai berikut :
1.      Perbedaan kelas rasial, seperti yang terjadi di Afrika Selatan di masa lalu, dimana ras berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam untuk dapat duduk bersama-sama di pemerintahan sebagai penguasa. Sistem ini disebut Apharteid dan dianggap berakhir ketika Nelson Mandela, seorang kulit hitam, terpilih menjadi presiden Afrika Selatan

2.      Agama, seperti yang terjadi di India yang menggunakan sistem kasta.

3.      Diskriminasi Kelas dalam sistem kelas terbuka dapat menghalangi mobilitas ke atas. Hal ini terbukti dengan adanya pembatasan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan, sehingga hanya sedikit orang yang mampu mendapatkannya.
Contoh: jumlah anggota DPR yag dibatasi hanya 500 orang, sehingga hanya 500 orang yang mendapat kesempatan untuk menaikan status sosialnya menjadi anggota DPR.

4.      Kemiskinan dapat membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai suatu sosial tertentu.
Contoh: "A" memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya karena kedua orangtuanya tidak bisa membiayai, sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan status sosialnya.
5.      Perbedaan jenis kelamin dalam masyarakat juga berpengaruh terhadap prestasi, kekuasaan, status sosial, dan kesempatan-kesenmpatan untuk meningkatkan status sosialya.



D. Beberapa bentuk mobilitas sosial
Adapun beberapa bentuk mobilitas sosial:
1.  Mobilitas sosial horizontal
Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya.
Contoh: Pak Amir seorang warga negara Amerika Serikat, mengganti kewarganegaraannya dengan kewarganegaraan Indonesia, dalam hal ini mobilitas sosial Pak Amir disebut dengan Mobilitas sosial horizontal karena gerak sosial yang dilakukan tidak merubah status sosialnya.

2. Mobilitas sosial vertikal
Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, mobilitas sosial vertikal dapat dibagi menjadi dua, mobilitas vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal ke bawah (social sinking).
a.      Mobilitas vertikal ke atas (Social climbing)
Mobilitas vertikal ke atas atau social climbing mempunyai dua bentuk yang utama
Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi. Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya.
Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah.
Membentuk kelompok baru. Pembentukan suatu kelompok baru memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya, misalnya dengan mengangkat diri menjadi ketua organisasi.
Contoh: Pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut, sehingga status sosialnya naik.

b.      Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking)
Mobilitas vertikal ke bawah mempunyai dua bentuk utama.
Turunnya kedudukan. Kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah.
Contoh: seorang prajurit dipecat karena melakukan tidakan pelanggaran berat ketika melaksanakan tugasnya.
Turunnya derajat kelompok. Derajat sekelompok individu menjadi turun yang berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.
Contoh: Juventus terdegradasi ke seri B. akibatnya, status sosial tim pun turun.


3. Mobilitas antargenerasi
secara umum berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik atau turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya.
Contoh: Pak Parjo adalah seorang tukang becak. Ia hanya menamatkan pendidikannya hingga sekolah dasar, tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pengacara. Contoh ini menunjukkan telah terjadi mobilitas vertikal antargenerasi.

4. Mobilitas intragenerasi
Mobilitas sosial intragenerasi adalah mobilitas yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu generasi.
Contoh: Pak Darjo awalnya adalah seorang buruh. Namun, karena ketekunannya dalam bekerja dan mungkin juga keberuntungan, ia kemudian memiliki unit usaha sendiri yang akhirnya semakin besar. Contoh lain, Pak Bagyo memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Endra bekerja sebagai tukang becak, dan Anak ke-2, bernama Ricky, yang pada awalnya juga sebagai tukang becak. Namun, Ricky lebih beruntung daripada kakaknya, karena ia dapat mengubah statusnya dari tukang becak menjadi seorang pengusaha. Sementara Endra tetap menjadi tukang becak. Perbedaan status sosial antara Endra dengan adiknya ini juga dapat disebut sebagai mobilitas intragenerasi.



E. Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial
Mobilitas sosial dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.
1.      Perubahan kondisi sosial
Struktur kasta dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar masyarakat. Misalnya, kemajuan teknologi membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas. Perubahan ideologi dapat menimbilkan stratifikasi baru.

2.      Ekspansi teritorial dan gerak populasi
Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan cirti fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas sosial. Misalnya, perkembangan kota, transmigrasi, bertambah dan berkurangnya penduduk.

3.      Komunikasi yang bebas
Situasi-situasi yang membatasi komunikasi antarstrata yang beraneka ragam memperkokoh garis pembatas di antara strata yang ada dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka dan akan mengahalangi mobilitas sosial. Sebaliknya, pendidikan dan komunikasi yang bebas sertea efektif akan memudarkan semua batas garis dari strata sosial uang ada dan merangsang mobilitas sekaligus menerobos rintangan yang menghadang.

4.      Pembagian kerja
Besarnya kemungkinan bagi terjadinya mobilitas dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada. Jika tingkat pembagian kerja tinggi dan sangat dispeliasisasikan, maka mobilitas akan menjadi lemah dan menyulitkan orang bergerak dari satu strata ke strata yang lain karena spesialisasi pekerjaan nmenuntut keterampilan khusus. Kondisi ini memacu anggota masyarakatnya untuk lebih kuat berusaha agar dapat menempati status tersebut.

5.      Tingkat Fertilitas (Kelahiran) yang Berbeda
Kelompok masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi dan pendidikan rendah cenderung memiliki tingkat fertilitas yang tinggi. Pada pihak lain, masyarakat kelas sosial yang lebih tinggi cenderung membatasi tingkat reproduksi dan angka kelahiran. Pada saat itu, orang-orang dari tingkat ekonomi dan pendidikan yang lebih rendah mempunyai kesempatan untuk banyak bereproduksi dan memperbaiki kualitas keturunan. Dalam situasi itu, mobilitas sosial dapat terjadi.



6.      Kemudahan dalam akses pendidikan
Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mempermudah orang untuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperoleh saat menjadi peserta didik. Sebaliknya, kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu, menjadikan orang yang tak menjalani pendidikan yang bagus, kesulitan untuk mengubah status, akibat dari kurangnya pengetahuan.



F. Saluran-saluran mobilitas sosial
Adapun saluran mobilitas sosial adalah:
1. Angkatan bersenjata
Angkatan bersenjata merupakan organisasi yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas vertikal ke atas melalui tahapan yang disebut kenaikan pangkat. Misalnya, seorang prajurit yang berjasa pada negara karena menyelamatkan negara dari pemberontakan, ia akan mendapatkan penghargaan dari masyarakat. Dia mungkin dapat diberikan pangkat/kedudukan yang lebih tinggi, walaupun berasal dari golongan masyarakat rendah.

2. Lembaga-lembaga keagamaan
Lembaga-lembaga keagamaan dapat mengangkat status sosial seseorang, misalnya yang berjasa dalam perkembangan Agama seperti ustad, pendeta, biksu dan lain lain.

3. Lembaga pendidikan
Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator (perangkat) yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi.
Contoh: Seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai jenjang yang tinggi. Setelah lulus ia memiliki pengetahuan dagang dan menggunakan pengetahuannya itu untuk berusaha, sehingga ia berhasil menjadi pedagang yang kaya, yang secara otomatis telah meningkatkan status sosialnya.

4. Organisasi politik
Seperti angkatan bersenjata, organisasi politik memungkinkan anggotanya yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk menempati jabatan yang lebih tinggi, sehingga status sosialnya meningkat.

      5. Organisasi ekonomi
Organisasi ekonomi (seperti perusahaan, koperasi, BUMN dan lain-lain) dapat meningkatkan tingkat pendapatan seseorang. Semakin besar prestasinya, maka semakin besar jabatannya. Karena jabatannya tinggi akibatnya pendapatannya bertambah. Karena pendapatannya bertambah akibatnya kekayaannya bertambah. Dan karena kekayaannya bertambah akibatnya status sosialnya di masyarakat meningkat.

6. Organisasi keahlian
Orang yang rajin menulis dan menyumbangkan pengetahuan/keahliannya kepada kelompok pasti statusnya akan dianggap lebih tinggi daripada pengguna biasa.

7. Perkawinan
Sebuah perkawinan dapat menaikkan status seseorang. Seorang yang menikah dengan orang yang memiliki status terpandang akan dihormati karena pengaruh pasangannya.


G. Dampak mobilitas sosial
Gejala naik turunnya status sosial tentu memberikan konsekuensi-konsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat. Konsekuensi-konsekuensi itu kemudian mendatangkan berbagai reaksi. Reaksi ini dapat berbentuk konflik. Ada berbagai macam konflik yang bisa muncul dalam masyarakat sebagai akibat terjadinya mobilitas.

1.      Dampak negatif
a.      Konflik antar kelas
Dalam masyarakat, terdapat lapisan-lapisan sosial karena ukuran-ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas.

b.      Konflik antarkelompok sosial
Di dalam masyatakat terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku, dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik.
Contoh: tawuran pelajar, perang antarkampung.

c.       Konflik antargenerasi
Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.

d.      Penyesuaian kembali
Setiap konflik pada dasarnya ingin menguasai atau mengalahkan lawan. Bagi pihak-pihak yang berkonflik bila menyadari bahwa konflik itu lebih banyak merugikan kelompoknya, maka akan timbul penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa saling menghargai. Penyesuaian semacam ini disebut Akomodasi.


2.      Dampak positif
a.  Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.

b.      mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.


Special Thanks To: 
www.wikipedia.com
www.google.com